PAN : Sepertinya Pak Jokowi Marah Besar Dengan Kami
Medinesia.com - Partai Amanat Nasional sepertinya tidak ingin ambil pusing dengan suara-suara yang sangay menginginkan mereka keluar dari koalisi pendukung pemerintahan Jokowi. Menurut PAN, sebenarnya beberapa partai pendukung pemerintah sudah marah dengan PAN sejak Pemilihan Gubernur DKI Tahun 2017.
"Memang PDIP dan kawan-kawan sudah marah dengan PAN pas PAN nggak dukung Ahok (Basuki Tjahaja Purnama). Tapi itu prinsip kita, tidak mungkin dukung Ahok dari awal. Dan kemarin juga mungkin PDIP dan kawan-kawan pasti marah sama kami," ujar Ketua DPP PAN Yandri Susanto di RS Siloam, Karawaci, Tangerang Banten.
"Mungkin PaK Jokowi juga marah pada kami," lanjut Yandri
PAN kembali berbeda pendapat dengan koalisi pendukung pemerintah saat paripurna UU Pemilu pada Kamis (20/7) lalu. PAN saat itu ingin presidential threshold (ambang batas capres) 0 persen dan metode konversi suara menggunaka sistem kuota hare. Sementara parpol-parpol pendukung pemerintah ingin presidential threshold sebesar 20-25 persen dan metode konversi suara menggunakan sistem sainte lague murni. PAN pun memilih walk out (WO) dalam paripurna bersama partai yang selama ini berada di luar pemerintah (oposisi) seperti Gerindra, PKS dan Partai Demokrat.
Suara-suara yang ingin keberadaan PAN di koalisi pemerintah dievaluasi pun bermunculan. Golkar secara terang-terangan merasa tidak nyaman dengan langkah yang diambil PAN saat paripurna.
"Jujur harus kami katakan, (kami) merasa tidak nyaman begitu ya. Tapi tentu kami tidak bisa intervensi terhadap kebijakan masing-masing politik itu," ujar Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat.
0 Response to "PAN : Sepertinya Pak Jokowi Marah Besar Dengan Kami"
Post a Comment